Friday, 30 March 2012

My Turn


Sore ini aku sampai dirumah lebih awal. Akhirnya ku beranikan diri tuk melihat berita. Berita. Hal yg aku hindari untuk beberapa hari. Segalanya terlalu dilebih-lebihkan. Aku hanya butuh yang riil bukan rekayasa belaka. Belum lama aku berkonsentrasi pada salah satu siaran, aku tertegun. Melihat salah satu polisi tanpa alat pengamanan di Semarang dilempari batu bertubi-tubi oleh mahasiswa. Untungnya beliau tidak terluka. Beliau juga tidak membalas lemparan para mahasiswa tsb.






Cukup.


Ini keterlaluan.




Beri aku waktu untuk mengeluarkan pendapatku.


Wahai kalian para mahasiswa yang turun ke jalan demi membela rakyat, kalian salah sasaran. Polisi hanya menjaga keamanan agar masyarakat terhindar dari bahaya. Itu menurut pandangan ku. Yang kalian tuntut pemerintah kan? Bukan polisi? Kalian marah jika polisi menghadang kalian? Atau mengeluarkan gas air mata? Pernah kalian pikir alasan mereka melakukannya?


Ya. Aku jengah. Melihat perlakuan para 'pejuang' generasi muda memperlakukan aparat kepolisian seperti itu.


Membela rakyat? Memangnya polisi bukan rakyat? Pernah berpikir jika polisi yang di Semarang itu terluka parah atau mungkin meninggal, bagaimana anak istrinya? Lalu anaknya yang mungkin masih sekolah tidak dapat meneruskan studinya, istri nya harus banting tulang menjadi tulang punggung keluarga. Lalu mereka akan dikategorikan sebagai 'rakyat miskin' dengan sendirinya oleh masyarakat. Dan rakyat miskin di Indonesia akan bertambah dengan mudahnya.




Aku sendiri tak sanggup membayangkan hal itu terjadi padaku. Hal tsb betul-betul dekat dikehidupanku.


Bapak ku, Kakak ku, Kakak Ipar ku, Paman ku, Tetangga ku, Ayah teman ku, Sepupu ku semuanya Polisi. Kami, keluarga yang menunggu di rumah, hanya bisa menunggu dengan cemas dan memanjatkan doa. Semoga tidak ada yang terluka. Semoga mereka semua pulang dengan selamat.

No comments:

Post a Comment