Monday, 26 March 2012

Ada kata lain selain 'Konyol'?

Sore ini sekitar pukul 5, aku tiba di stasiun. Banyak orang yang lalu lalang tidak lagi menjadi pemandangan aneh bagiku. Tapi sore ini berbeda. Ada yang mengganjal saat aku melihat kereta commuter line dengan tujuan Bogor masih lengang. Aku lihat kembali jam tanganku. Tidak. Aku tidak salah. Ini benar-benar pukul 5 sore. Lalu aku kembali mengingat-ingat pengumuman yang baru saja aku dengar. Iya. Itu kereta dengan tujuan akhir stasiun Bogor.

Hati kecil ku berkata, "Mungkin para pegawai terjebak macet karena demo BBM itu, huh?"

Seketika saja aku teringat kejadian tadi pagi. Contoh kongkrit 'kebobrokan' mental mahasiswa yang selama ini menuntut ini itu dan menyatakan kontra para koruptor. Koruptor. Aku rasa ini 'konyol'. Menurutku koruptor tak hanya sebutan bagi pencuri uang-uang rakyat yang notabene para petinggi-petinggi berdasi, tapi juga segala tipu daya yang seseorang lakukan demi kepentingan pribadi. Lalu jika seseorang mencontek dalam ujian dan memiliki jawaban yang sama persis, apa sebutan yang cocok baginya? Ingin mendapat nilai bagus tapi tidak mau usaha? Atau menggunakan cara cepat? 'Konyol'.  

Dibawah panas terik 'oknum' tsb dapat berorasi menuntut hal ini itu dengan dilengkapi spanduk dan tak lupa almamater kebanggaan mereka masing-masing. Iya. Mereka menuntut haknya. Tapi apakah mereka telah melaksanakan kewajibannya dengan baik? Ku rasa belum.

Maaf. Bukannya aku tak peduli tentang permasalahan yang ada di negeri ini, tapi sebelum aku menuntut untuk hal tsb ada baiknya aku merenungi kembali. Apakah segala kewajiban ku telah ku laksanakan dengan baik? Aku rasa juga belum. 

Tidakkah kalian 'malu'?

Bukan. Aku bukan antipati terhadap gerakan tersebut. Hanya saja aku tak merasa itu wadah yang tepat untuk menuangkan aspirasi dan bertukar pikiran. Mungkin karena tidak sejalan. Hal yang biasa.

No comments:

Post a Comment